CatatankuCC

Monday, January 7, 2013
Posted by Unknown

CatatankuCC


Kelebihan Dan Kekurangan Samsung Galaxy S III

Posted: 06 Jan 2013 02:19 PM PST

Kelebihan Dan Kekurangan Samsung Galaxy S III

Samsung Galaxy S III merupakan smartphone flagship yang menggunakan OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich dengan dukungan prosessor quad core 1.4GHz, GPU Mali-400MP dan RAM sebesar 1GB. Samsung Galaxy S III memiliki layar sentuh Super AMOLED berukuran 4.8 inci dengan resolusi 720 x 1280 piksel dan dilapisi dengan Corning Gorilla Glass 2.

Kelebihan Dan Kekurangan Samsung Galaxy S III

Samsung Galaxy S III bersama-sama dengan Samsung Galaxy Note II menjadi smartphone terbaik yang masuk ke Indonesia di tahun 2012. Walaupun pernah bersitegang dengan pihak Apple di desain yang dipergunakan, Samsung Galaxy S III tetap menjadi smartphone terlaris di kuartal III tahun 2012 dan mengalahkan Apple iPhone 4S dikala itu.

Kelebihan Dan Kekurangan Samsung Galaxy S III

Suatu produk pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Demikian juga dengan Samsung Galaxy S III ini. Samsung Galxy S III yang termasuk smartphone kelas atas, mempunyai spesifikasi hardware yang sangat bagus dengan prosesor quad-core-nya yang kencang, GPU yang bagus, RAM yang besar, serta layar yang cerah dan kuat. Tapi harga yang tinggi merupakan kekurangan dari Samsung Galaxy S III ini.

Kelebihan Samsung Galaxy S III

Layar Super OMOLED dengan perlindungan Corning Gorilla Glass 2

Layar Super OMOLED 4.8 inci yang ditanamkan pada Samsung Galaxy S III dilengkapi dengan Corning Gorilla Glass 2 yang berfungsi pelindung layar dari goresan. Layar yang cerah dengan pelindung gores sudah tentu menjadi kelebihan dan nilai tambah yang dimiliki oleh Samsung Galaxy S III ini.

Performa Mantap dan Kinerja yang Kencang

Procesor Exynos 4212 Quad, Quad-core 1.4 GHz Cortex-A9 yang didukung oleh RAM sebesar 1GB merupakan spesifikasi hardware kelas atas yang mempunyai perfoma mantap dan kinerja yang kencang saat ini.

Kamera Full HD

Kamera 8 megapiksel plus kamera depan 1.9 megapiksel dengan kemampuan merekam video Full HD merupakan spesifikasi kamera yang dibutuhkan saat ini.  Dengan semakin maraknya fotografi mobile dan video mobile, maka kamera yang bagus sangat diperlukan di smarphone saat ini.

Kekurangan Samsung Galaxy S III

Operating Sistem Samsung Galaxy S III

Samsung Galaxy S III hadir dengan dilengkapi dengan sistem operasi Ice Cream Sandwich ICS. Walaupun saat ini update ke OS Jelly Bean sudah tersedia, paket penjualannya masih menggunakan OS Ice Cream Sandwich ICS. Kekurangan ini bisa diabaikan jika kita bersedia menunggu beberapa jam untuk upgrade di service center Samsung terdekat.

Harga Mahal Dan Tidak Stabil

Harga merupakan perbandingan yang paling utama spesifikasi dan fitur yang dihadirkan oleh Samsung Galaxy S III ini.Pada saat peluncuran, harga perdana Samsung Galaxy S III ini adalah Rp. 6.999.000. Tetapi, harga tersebut turun drastis di waktu kurang dari 6 bulan. Ada penurunan sekitar 1 juta saat ini.Harga yang tidak stabil inilah yang mendorong konsumen ragu membeli dan menunggu harga semakin turun.

Demikian sedikit ulasan tentang Kelebihan Dan Kekurangan Samsung Galaxy S III

kelebihan dan kekurangan galaxy note 2 , kelebihan dan kekurangan samsung galaxy s iii , kelebihan kekurangan galaxy note 2

Perubahan Smartphone di Tahun 2013 Apa Saja?

Posted: 06 Jan 2013 01:27 PM PST

Perubahan Smartphone di Tahun 2013 Apa Saja?

Tahun 2013 ini merupakan tahun perubahan besar-besaran bagi smartphone dan handphone. Perubahan besar-besaran ini dipicu dengan berbagai faktor dan yang utama adalah sudah dirilisnya sistem operasi Windows 8 atau Windows Phone 8 serta akan diluncurkannya BlackBerry 10 yang beda dengan OS BlackBerry sebelumnya.

Perubahan Smartphone di Tahun 2013 Apa Saja?

Munculnya Windows Phone 8 dan BlackBerry 10 ini sudah pasti akan diikuti oleh produsen smartphone lainnya terutama para produsen yang ingin menghadirkan Windows Phone 8 di produknya serta para produsen yang sudah ingin menghadirkan smartphone bersistem operasi Android yang multifungsi dan cepat.

Dari sisi hardware, saat ini banyak bermunculan juga prosesor cepat dengan harga murah. Para produsen hardware berlomba-lomba merancang prosesor mobile yang cepat, berdaya rendah, dan berharga murah.

Demikian juga dengan fungsi smartphone yang sudah menjadi alat untuk bertransaksi di dunia perbankan. Banyak dunia perbankan yang saat ini memanfaatkan smarphone untuk media pembayaran yang mudah dengan mobilitas yang tinggi.

Perubahan Smartphone di Tahun 2013 Apa Saja?

Berikut perubahan yang kemungkinan terjadi pada smartphone di tahun 2013 ini :

Smartphone mempunyai layar beresolusi tinggi dan fleksibel

Para produsen ponsel akan merancang layar yang semakin cerah. Mereka memperbesar luas layar dan meningkatkan resolusi hingga mencapai level high definition (HD).

Ponsel terbaru HTC yang diberi nama Droid DNA dibekali layar 5 inci dengan resolusi full-HD. Apple akan tetap mengusung teknologi Retina Display yang membuat saturasi warna jadi lebih tajam.

Beberapa produsen juga telah merancang layar fleksibel. Layar yang bisa dilipat dan digulung. Ia tak lagi menggunakan kaca, tetapi plastik. Namun, pengguna tetap mendapat pengalaman navigasi sentuhan seperti di atas layar kaca. Teknologi ini mengakhiri mimpi buruk layar ponsel yang pecah.

Prosesor Smartphone makin kencang, cepat dan murah

Tahun 2012 bisa disebut sebagai tahap awal kehadiran ponsel dengan prosesor quad-core. Produsen hardware Cina MediaTek, juga sudah berancang-ancang untuk mengeluarkan prosesor quad-core yang berharga murah. Pada tahun 2013 bukan tidak mungkin ada produsen yang membuat ponsel dengan prosesor octo-core.

Peningkatan performa pada prosesor ini juga dibarengi oleh sistem hemat daya dan rancangan baterai berkapasitas besar. Ini semua dilakukan agar ponsel memiliki daya hidup panjang.

Ponsel dengan performa tinggi akan menjelma sebagai “konsol game portabel”. Game yang dimainkan bukan lagi sekelas Angry Birds. Lebih dari itu, penggunaannya akan menjalankan game kelas berat yang memakan banyak memori dan butuh dukungan layar beresolusi tinggi.

Fotografi dan Sosial Media lewat Smartphone

Perusahaan jejaring sosial raksasa seperti Facebook dan Twitter makin fokus mengembangkan layanan untuk perangkat mobile. Hal ini dikarenakan saat ini semakin banyak pengguna yang mengakses jejaring sosial dari ponsel dan tablet.

Tren perangkat mobile ini memperkuat tren fotografi ponsel. Aksi pamer foto akan memenuhi timeline jejaring sosial Anda, mulai dari foto makanan, pemandangan daerah wisata, hingga foto close-up wajah teman Anda dengan beragam ekspresi. Kurang lengkap rasanya jika foto-foto itu tidak terkena sentuhan editing dari layanan macam Instagram, Snapseed, dan sebagainya.

Beberapa perusahaan internet pun latah memberi fitur filter foto untuk aplikasi perangkat mobile. Sebut saja Twitter dan Flickr, yang baru saja memberi fitur filter foto untuk aplikasi di ponsel Android dan iPhone.

Dirilisnya BlackBerry 10

Akan sepintar apakah sistem operasi BlackBerry 10? Kita akan mendapat jawabannya setelah Research In Motion (RIM) merilisnya pada 30 Januari 2013. Tak lama setelah itu, ponsel pintar BlackBerry 10 akan beredar di pasaran.

Perusahaan asal Kanada ini sedang sibuk membangun ekosistem aplikasi untuk BlackBerry 10. CEO RIM Thorsten Heins berjanji akan menyediakan aplikasi populer untuk BlackBerry 10.

Beberapa analis memprediksi, pesona BlackBerry 10 tidak dapat melawan kedigdayaan iPhone dan Android di industri ponsel pintar. Tapi tunggu dulu, RIM telah melakukan perubahan besar pada BlackBerry 10. Sistem operasi ini didesain dengan tampilan yang cantik, performa mulus, dan kaya fitur.

Munculnya Windows 8 dan Windows Phone 8

Selain BlackBerry 10, industri ponsel pintar juga diramaikan oleh sistem operasi Windows Phone 8 besutan Microsoft. Selain Nokia dan HTC, beberapa produsen ponsel pintar telah menyiapkan produk yang memakai Windows Phone 8. Ia tampil menggoda dengan pilihan casing warna-warni cerah.

Microsoft mempermudah pembelian aplikasi berbayar di Windows Phone dengan metode potong pulsa (operator billing). Operator seluler XL Axiata telah mendukung metode ini. Operator lain dikabarkan akan mengikuti jejak XL Axiata.

People-to-machine

Mulai 2013 nanti, operator seluler di Indonesia tidak hanya fokus menambah pelanggan perorangan, mereka akan mencari pelanggan people-to-machine.

Semakin banyak produk elektronik yang memanfaatkan kartu SIM jaringan GSM maupun 3G. Ponsel pintar Anda akan berhubungan dengan mesin-mesin itu. Sebut saja kamera CCTV, alarm, sensor pintu, sensor gas, dan sebagainya, semua itu kini bisa dipantau melalui ponsel pintar.

Layanan macam ini kebanyakan mengincar segmen korporat. Namun, tak menutup kemungkinan segmen konsumen juga berminat dan rela membayar mahal untuk layanan ini karena mereka mencari nilai tambah agar semua aktivitas rumah tangga dan bisnis bisa dipantau.

Dompet digital

Near Field Communication (NFC) mengubah fungsi ponsel sebagai dompet digital. Kelak, Anda bisa membayar belanjaan di pasar swalayan hanya dengan ponsel.

Beberapa negara maju telah siap memajukan teknologi ini, tetapi sepertinya tidak dengan Indonesia, mengingat ekosistem pembayaran elektronik yang belum kuat. Hal ini perlu didukung oleh industri perbankan, restoran, pasar swalayan, dan industri telekomunikasi itu sendiri.

Smartphone jelas bukan hanya alat untuk melakukan panggilan telepon dan SMS. Kemajuan teknologi ponsel yang begitu cepat diikuti oleh adopsi yang cepat pula dari masyarakat. Era perangkat mobile ini bahkan membuat industri komputer menurun. Tren teknologi global bakal bergeser ke perangkat mobile, apalagi perangkat mobile telah menyediakan hampir sejuta aplikasi. Demikian Perubahan Smartphone di Tahun 2013

ada apa saja di Tahun 2013 , smartphone android murah tahun 2013

Aplikasi iOS Ternyata Lebih Laku daripada Aplikasi Android

Posted: 06 Jan 2013 12:45 PM PST

Aplikasi iOS Ternyata Lebih Laku daripada Aplikasi Android

Pengguna sistem operasi Android, saat ini mempunyai angka yang jauh di atas pengguna iPhone atau iPad. Berbagai produsen handphone dari kelas bawah sampai kelas atas, mengeluarkan produknya yang bersistem operasi Android. Hal inilah yang menyebabkan konsumen bisa memilih berbagai perangkat Android yang sesuai keinginan mereka dan budget yang mereka miliki.

Aplikasi iOS Ternyata Lebih Laku daripada Aplikasi Android

Tapi hal lain lagi yang terjadi di penjualan aplikasi Android dan iOS ini. Aplikasi iOS yang dijual di App Store ternyata dalam soal jumlah uang yang masuk jauh lebih besar dari Google Play milik Google Android. Aplikasi iOS lebih banyak dibeli dibanding aplikasi Android. App Store menghasilkan 3x penghasilan dibanding Google Play.

Aplikasi iOS Ternyata Lebih Laku daripada Aplikasi Android

Soal jumlah uang yang masuk, toko aplikasi App Store milik Apple memang bukan tandingan kompetitornya dari kubu Android, Google Play. November lalu, sebuah studi App Annie yang dikutip oleh Wired mengungkapkan bahwa App Store memiliki pendapatan bulanan 300 persen lebih besar dibandingkan dengan Google Play.

Padahal, jumlah pengguna Android sudah jauh melebihi angka pemakai iOS, dengan penguasaan pasar 75 persen menurut data kuartal ketiga dari IDC. Akan tetapi, kenapa kesenjangan jumlah pendapatan itu masih belum berubah?

Jawabannya, menurut para developer aplikasi, tak lain terletak pada kontrol kualitas super ketat yang diterapkan Apple terhadap aplikasi-aplikasi yang beredar di App Store. Berkat mekanisme pengawasan Apple, konsumen bisa mendapatkan aplikasi yang terjaga kualitasnya dan karena itu dengan senang hati membelanjakan uang.

“App Store memiliki proporsi jumlah aplikasi berkualitas yang lebih tinggi sebagai hasil dari proses approval yang ketat itu,” ujar Zak Tanjeloff dari DLP Mobile. “Itu berarti developer bisa meminta bayaran lebih untuk aplikasi mereka.”

Tanjeloff yang mengembangkan beberapa macam aplikasi—mulai dari penerjemah bahasa hingga transportasi publik—mengatakan bahwa aplikasi buatan dia biasanya lebih banyak terjual di iOS ketimbang Google Play.

“Saya percaya bahwa hal itu disebabkan oleh toko App Store yang aman dan dipercaya konsumen. Terlebih lagi para pengguna memang sudah familiar dengan metode pembayaran App Store dari memakai iTunes selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Standar kualitas Apple yang tinggi juga disebut Tanjeloff berhasil  meyakinkan konsumen bahwa aplikasi yang dijual di App Store memang aman dan tidak disusupi program mata-mata atau malware. “Sebaliknya, di toko aplikasi Android tak ada jaminan kualitas atau keamanan. Lalu ada banyak penipuan dan aplikasi-aplikasi yang memang kualitasnya tidak bagus.”

Tak cocok untuk semua

Meskipun begitu, para developer berpendapat bahwa mekanisme yang diterapkan Apple di App Store kurang cocok untuk beberapa jenis aplikasi, salah satunya freemium yang bisa diperoleh gratis tetapi memiliki konten tambahan berbayar.

Joe Burger adalah pengembang aplikasi manajemen karyawan Labor Sync. Versi trial dari aplikasi freemium ini bisa dipakai secara gratis, tetapi pengguna harus membayar untuk bisa menggunakan fungsi penuhnya. Pada Android, hal tersebut sama sekali bukan masalah, tetapi Apple rupanya keberatan dengan model yang diterapkan Burger.

“Kami ditolak karena mencantumkan alamat situs web kami di dalam aplikasi, di mana kami menjalankan mode trial gratis aplikasi itu,” ujarnya. “Kami juga ingin membuat mekanisme pembayaran kami sendiri dengan harga yang dinamis, tetapi Apple rupanya tidak setuju.”

Agar aplikasinya bisa masuk App Store, Burger diharuskan menghapus hal-hal yang berkaitan dengan situs web-nya dari dalam aplikasi. Dia juga wajib menerapkan metode pembelian konten dalam Aplikasi dari Apple sehingga terpaksa menambahkan sejumlah kode programming lagi.

“Dengan Android, penjualan kami lebih komplit. Pengguna membeli aplikasi kami, mencoba versi trial, lalu sign-up dan membayar biaya langganan. Itu tak terjadi di App Strore,” ujar Burger.

Hal lain yang menjadi momok developer yang menjual aplikasi di App Store adalah prosedur update yang memakan waktu lama. Monica Martino dan Greg Smith dari Privus Mobile mengatakan bahwa menerapkan update untuk aplikasi Android lebih mudah dan cepat dibandingkan dengan update pada aplikasi iOS.

“Pada iOS, diperlukan waktu tiga bulan untuk mengerjakan update. Kemudian butuh waktu satu bulan lagi agar update tersebut bisa diperiksa oleh Apple, itu pun kalau tidak ditolak kemudian,” keluh Martino. “Saat update tersebut akhirnya bisa keluar di App Store, jangka waktu yang sama bisa dipakai untuk meng-update sebuah aplikasi Android sebanyak tiga kali.”

Ketatnya kontrol kualitas aplikasi yang diterapkan Apple bisa jadi mendorong pengembang aplikasi macam Martino dan Smith untuk berpindah ke Google Play. Bulan Oktober 2012, pendapatan toko aplikasi Android ini naik 17,9 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sementara pendapatan aplikasi iOS turun 0,7 persen dalam kurun waktu yang sama.

Google Play memang masih jauh di belakang App Store soal besarnya pendapatan yang dihasilkan aplikasi-aplikasi di dalamnya. Namun, apabila Apple tak melonggarkan kebijakan kontrol kualitas di App Store, bukan tak mungkin toko aplikasi Android saingannya itu bisa mengejar ketertinggalan.

Aplikasi iOS Ternyata Lebih Laku daripada Aplikasi Android

0 comments: